Poin pertama ini sudah kita singgung di atas mengenai membaca lingkungan sekitar. Artinya Anda perlu turun langsung untuk melihat kondisi lingkungan dan mencari permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Kunci untuk menemukan permasalahan yang terjadi di masyarakat adalah dengan melihat apa yang dibutuhkan oleh banyak orang namun belum ada yang mendapatkan solusinya.
Niatkan dalam diri kita untuk memberikan solusi pada permasalahan yang terjadi. InsyaAllah kita akan mendapatkan kemudahan mendapatkan ide yang kreatif untuk saling membantu.
2. Lakukan Riset produk dan Bisnis
Riset perlu dilakukan agar Anda bisa memastikan ide bisnis Anda di terima di pasar. Anda bisa melakukan riset dengan memanfaatkan internet.
Dengan browsing kita bisa lebih mudah menemukan ide bisnis yang kreatif dan inovatif. Anda bisa menemukan produk dan ide bisnis yang berhubungan dengan ide yang ada di pikiran Anda.
Dari penelusuran tersebut Anda akan lebih mudah memadukan prosuk atau bisnis yang sudah ada menjadi ide bisnis yang lebih kreatif dan inovatif.
3. Belajar dari kesuksesan orang lain
Dengan mengamati bisnis yang sudah mapan atau boleh dikatakan sukses kita akan mengetahui keunggulan dari bisnis tersebut.
Karena bisnis yang sudah mapan memliki berbagai keunggulan yang dapat kita pelajari. Sehingga kita bisa mendapatkan ide bisnis serupa namun mesti dimodivikasi agar mempunyai nilai lebih.
Mulai sekarang jika Anda bepergian cobalah amati perusahaan-perusahaan sukses. Karena itu bisa menjadi ide bisnis untuk Anda modivikasi.
Analisis kelayakan bisnis adalah proses yang menentukan apakah ide bisnis entrepreneur dapat menjadi bisnis yang sukses. Tujuannya adalah untuk menentukan apakah suatu ide bisnis layak direalisasikan. Analisis kelayakan bisnis dapat dikaji dari empat aspek utama, yaitu produk dan jasa, industry dan pasar, organisasi dan keuangan. Sementara rencana bisnis merupakan alat perencanaan yang mengubah ide bisnis menjadi kenyataan. Rencana bisnis disusun berdasarkan studi kelayakan, tetapi memberikan gambaran yang lebih komprehensif dari pada studi kelayakan.
Penjelasan mengenai kriteria investasi
Payback Period
Menurut Abdul Choliq dkk (2004) payback period dapat diartikan sebagai jangka waktu kembalinya investasi yang telah dikeluarkan, melalui keuntungan yang diperoleh dari suatu proyek yang telah direncanakan. Sedangkan menurut Bambang Riyanto (2004) payback period adalah suatu periode yang diperlukan untuk dapat menutup kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan proceeds atau aliran kas netto (net cash flows).
Menurut Djarwanto Ps (2003) menyatakan bahwa payback period lamanya waktu yang diperlukan untuk menutup kembali original cash outlay. Berdasarkan uraian dari beberapa pengertian tersebut maka dapat dikatakan bahwa payback period dari suatu investasi menggambarkan panjang waktu yang diperlukan agar dana yang tertanam pada suatu investasi dapat diperoleh kembali seluruhnya. Analisis payback period dalam studi kelayakan perlu juga ditampilkan untuk mengetahui seberapa lama usaha/proyek yang dikerjakan baru dapat mengembalikan investasi. Metode analisis payback period bertujuan untuk mengetahui seberapa lama (periode) investasi akan dapat dikembalikan saat terjadinya kondisi break even-point (jumlah arus kas masuk sama dengan jumlah arus kas keluar). Analisis payback period dihitung dengan cara menghitung waktu yang diperlukan pada saat total arus kas masuk sama dengan total arus kas keluar. Dari hasil analisis payback period ini nantinya alternatif yang akan dipilih adalah alternatif dengan periode pengembalian lebih singkat. Penggunaan analisis ini hanya disarankan untuk mendapatkan informasi tambahan guna mengukur seberapa cepat pengembalian modal yang diinvestasikan.
Rumus Payback Periode Rumus periode pengembalian jika arus kas per tahun jumlahnya berbeda Payback Period=n+(a-b)/(c-b) x 1 tahun n = Tahun terakhir dimana jumlah arus kas masih belum bisa menutup investasi mula-mula a = Jumlah investasi mula-mula b = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke – n c = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke n + 1 Rumus periode pengembalian jika arus kas per tahun jumlahnya sama Payback Peiod=(investasi awal)/(arus kas) x 1 tahun
Benefit Cost Ratio (B/C ratio)
Net B/C adalah perbandingan antara jumlah NPV positif dengan jumlah NPV negatif. Net B/C ini menunjukkan gambaran berapa kali lipat manfaat (benefit) yang diperoleh dari biaya (cost) yang dikeluarkan. Apabila net B/C > 1, maka proyek atau gagasan usaha yang akan didirikan layak untuk dilaksanakan. Demikian pula sebaliknya, apabila net B/C < 1, maka proyek atau gagasan usaha yang akan didirikan tidak layak untuk dilaksanakan.
Dimana : (Bt-Ct)/(1+i)t, utk (Bt-Ct) > 0 dan (Ct-Bt)/(1+i)t utk (Bt-Ct) < 0
Net B/C rasio merupakan perbandingan antara present value positif (sbg pembilang) dgn jumlah present value negatif (sbg penyebut).
Indikator NET B/C adalah :
– Jika Net B/C > 1, maka proyek layak (go) untuk dilaksanakan – Jika Net B/C < 1 , maka proyek tdk layak (not go) untuk dilaksanakan
Net Present Value (NPV)
“Net Present Value (NPV) sering diterjemahkan sebagai nilai bersih sekarang. NPV dari suatu proyek atau gagasan usaha merupakan nilai sekarang (present value) dari selisih antara benefit (manfaat) dengan cost (biaya) pada discount rate terentu. NPV merupakan kelebihan benefit (manfaat) dibandingkan dengan cost/biaya “
(A. Choliq dkk, 1994)
NPV merupakan manfaat yang diperoleh pada suatu masa proyek yang diukur pada tingkat suku bunga tertentu. Dalam perhitungan NPV ini perlu kiranya ditentukan dengan tingkat suku bunga saat ini yang relevan. Selain itu, NPV juga dapat diartikan sebagai nilai saat ini dari suatu cash flow yang diperoleh dari suatu investasi yang dilakukan.
NPV merupakan selisih antara present value benefit dengan present value cost (Rp, Rp Jt, dll)
Internal Rate of Return (IRR)
Merupakan tingkat pengembalian internal yaitu kemampuan suatu proyek menghasilkan return (satuannya %). IRR ini merupakan tingkat discount rate yang membuat NPV proyek = 0.
Tujuan perhitungan IRR adalah untuk mengetahui persentase keuntungan dari suatu proyek tiap-tiap tahun. Selain itu, IRR juga merupakan alat ukur kemampuan proyek dalam mengembalikan bunga pinjaman. Pada dasarnya IRR menunjukkan tingkat bunga yang menghasilkan NPV sama dengan Nol. Dengan demikian untuk mencari IRR kita harus menaikkan discount factor (DF) sehingga tercapai nilai NPV sama dengan nol.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka langkah-langkah perhitungan IRR adalah sebagai berikut :
Terlebih dahulu disiapkan tabel cash flow dari proyek atau gagasan usaha.
Memilih discount factor tertentu untuk mencapai NPV = 0
Pada discount factor pemilihan pertama dihitung besarnya NPV
Jika NPV yang diperoleh masih positif, sedangkan yang diharapkan NPV = 0 maka kita pilih discount factor yang ke dua dengan harapan akan memperoleh NPV = 0
Misalnya dengan DF pada pemilihan yang ke dua dan seterusnya sampai memperoleh NPV yang negatif ( NPV < 0 )
Karena NPV yang kita peroleh positif dan negatif, maka kita harus membuat interpolasi antara DF di mana NPV positif dengan DF di mana NPV sama dengan negatif agar tercapai NPV = 0.
Untuk mendapatkan nilai IRR digunakan rumus interpolasi.
Perhitungan IRR dgn cara interpolasi Jika diperoleh NPV +, maka carilah NPV – dgn cara meningkatkan discount faktornya
Keterangan :
i1 = Discount Factor (tingkat bunga) pertama di mana diperoleh NPV positif.
i2 = Discount Factor (tingkat bunga) pertama di mana diperoleh NPV negatif.
Indikator IRR : – Jika IRR > tk, discount rate yg berlaku maka proyek layak (go) utk dilaksanakan – Jika IRR < Tk. Discount rate yg berlaku, maka proyek tdk layak (not go) utk dilaksanakan.
Hasil perhitungan IRR tersebut kemudian dibandingkan dengan tingkat bunga bank yang berlaku, jika IRR hasil perhitungan > bunga bank yang berlaku maka proyek atau gagasan usaha tersebut layak untuk diusahakan.
Indikator NPV :
Jika NPV > 0 (positif), maka proyek layak (go) utk dilaksanakan Jika NPV < 0 (negatif), maka proyek tidak layak (not go) utk dilaksanakan
Contoh kasus dari perhitungan : Penilaian investasi dengan NPV
Sebuah Perusahaan X ingin membeli sebuah mesin produksi untuk meningkatkan jumlah produksi produknya. Diperkirakan untuk harga mesin tersebut adalah Rp. 150 juta dengan mengikuti aturan suku bunga pinjaman yakni sebesar 12% per tahun. Untuk Arus Kas yang masuk pada perusahaan itu diestimasikan sekitar Rp. 50 juta per tahun selama 5 tahun. Apakah rencana investasi pada pembelian mesin produksi diatas dapat dilanjutkan?
Business Model Canvas (BMC) ialah suatu kerangka kerja yang membahas model bisnis dengan disajikan dalam bentuk visual berupa kanvas lukisan, agar dapat dimengerti dan dipahami dengan mudah. Model ini digunakan untuk menjelaskan, memvisualisasikan, menilai, dan mengubah suatu model bisnis, agar mampu menghasilkan kinerja yang lebih optimal.
BMC dapat digunakan untuk semua lini bisnis tanpa terbatas sektor usahanya. BMC sangat membantu untuk mempercepat proses analisis kekuatan dan kekurangan bisnis. Dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan, maka analisis kebutuhan dan profit dapat dilakukan dengan cepat.
Business Model Canvas dapat menjelaskan hubungan sembilan elemen model bisnis yang digambarkan secara visual, sehingga inovasi yang dibuat pada model bisnis perusahaan akan lebih mudah dipahami dan dimengerti. Walaupun ada beberapa versi, kira-kira secara garis besar sebagai berikut:
Offering
Value Proposition
Dalam bisnis selalu ada produk atau jasa yang akan ditawarkan. Dalam blok area Value Proposition mencakup produk atau layanan apa yang ditawarkan untuk calon customer.
Customer
Customer Segments
Customer Segments menjadi blok area yang paling utama karena dari pelanggan-lah kita akan mendapatkan pemasukan.
Channels
Channels merupakan sarana untuk menyampaikan nilai atau manfaat dari produk kepada customer segment.
Customer Relationship
Di dalam lingkup ini yang dinilai adalah bagaimana menjalin hubungan dengan pelanggan. Agar pelanggan tidak mudah berpaling ke bisnis yang lain, maka sangat penting untuk menjalin hubungan yang baik. Selain itu, diperlukan juga pengawasan yang ketat dan intensif.
Infrastructure
Key activities
Key activities mencakup segala aktivitas yang harus dilakukan seorang pelaku bisnis untuk menghasilkan produk atau layanan yang baik dan memuaskan. Yang termasuk dalam lingkup ini adalah branding, packaging, pasaran internet dan lainnya.
Key Resources
Yang termasuk dalam area Key Resources adalah berbagai sumber daya yang dimiliki pebisnis atau organisasi untuk mewujudkan proposisi nilai seperti manusia, brand, peralatan, dan teknologi.
Key Partnership
Key Partnership berisi pihak-pihak yang menjadi penentu terhadap jalannya suatu bisnis. Key Partnership mempengaruhi suksesnya suatu bisnis. Bisnis yang baik tidak hanya mampu menjalin hubungan dengan para pelanggan saja, tapi juga dengan pihak yang bersangkutan lainnya seperti pemasok dan tim pemasaran.
Finance
Revenue Stream
Model bisnis kanvas adalah mencakup langkah-langkah yang harus dikuasai oleh seorang pebisnis. Seperti pemanfaatan biaya iklan, langganan, penjualan retail, lisensi, dan sebagainya.
Cost Structure
Meliputi biaya-biaya apa saja yang harus dikeluarkan untuk membentuk, memproduksi dan memasarkan produk atau layanan bisnis. Dengan pengelolaan biaya yang benar, bisnis yang kita jalankan akan menjadi lebih efisien, hemat dan meminimalkan risiko kerugian.
Hallo semua kita akan mempelajari “Strategi pengembangan produk”silakan kalian baca artikel ini dengan sungguh-sungguh agar kalian dapat memahami dengan baik.
Produk adalah suatu bentuk barang atau jasa, yang ditawarkan dan telah dibuat sedemikian rupa untuk ditawarkan atau dijual, dimiliki, dan digunakan atau dikonsumsikan agar dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Produk juga merupakan salah satu variabel yang menentukan dalam kegiatan suatu usaha. Tanpa produk, suatu perusahaan tidak dapat melakukan kegiatan untuk mencapai hasil yang diharapkan. Banyaknya pesaing dalam dunia bisnis memerlukan suatu bentuk produk yang berbeda satu sama lainnya. Produk suatu perusahaan haruslah memiliki suatu keunggulan ataupun kelebihan dibandingkan produk yang dihasilkan perusahaan lain, dalam hal ini perusahaan pesaing.
Strategi pengembangan produk adalah bagian dari strategi korporasi (corporate strategy). Dalam strategi pengembangan produk terdapat potensi keuntungan maupun risiko dari aktifitas pengembangan produk, dan banyak faktor yang menyebabkan suatu organisasi mempertimbangkan melakukan pengembangan produk baru. Hampir semua organisasi menemukan bahwa pendekatan strategi managerial pada aktifitas pengembangan produk baru akan meningkatkan peluang keberhasilan dan juga meminimasi biaya dan risiko.
Dalam dunia bisnis dan marketing, istilah pengembangan produk (product development) sudah lazim dibicarakan, dibahas dan dianalisis. Secara umum, pengembangan produk dapat diartikan sebagai suatu usaha yang dilakukan perusahaan untuk menambah manfaat, ciri, desain dan layanan pada barang dan jasa.
Ada dua pendekatan dalam menjalankan strategi pengembangan produk, yaitu sebagai berikut : 1. Strategi proaktif (proactive strategy). Strategi pengembangan produk yang dilakukan untuk mengantisipasi kondisi di masa depan. Pengembangan produk dimulai dari perusahaan sendiri. Beberapa bentuk dari strategi proaktif, yaitu sebagai berikut :
Penelitian dan Pengembangan (Research and Development). Strategi ini menempatkan perusahaan untuk terus berusaha mengembangkan produknya secara teknis.
Pemasaran(Marketing). Strategi ini menempatkan konsumen sebagai pertimbangan pertama dalam membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Pengusaha(Entrepreneurial). Strategi ini memberi kesempatan kepada seorang pengusaha (entrepreneur) untuk mewujudkan idenya dengan membuat divisi tersendiri dan mengumpulkansumbernya. Strategi ini dilaksanakan pada perusahaan yang sudahbesar dan mapan.
Akuisisi(Acquisition). Strategi ini melibatkan perusahaan untuk mengambil alih atau membeli perusahaan lain yang menghasilkan suatu produk yang sama sekali baru bagi perusahaan atau bahkan bagi pasar.
2. Strategi reaktif (reactive strategy). Strategi pengembangan produk yang dilakukan sebagai respon dari kondisi pasar atau pesaingnya. Beberapa bentuk dari strategi reaktif, yaitu sebagai berikut :
Strategi defensif (defensive strategy). Strategi ini dilakukan dengan menciptakan suatu aksi untuk melindungi perusahaan terhadap produk baru yang dikeluarkan pesaing yang meraih sukses di pasar.
Strategi imitatif (Imitative strategy). Strategi ini dilakukan dengan meniru produk baru dengan cepat sebelum produk tersebut mendapat pasaran yang kuat.
Strategi second-but-better. Strategi ini dilakukan dengan sebelumnya menunggu hasil pemasaran produk baru dari pesaingnya; lalu tidak hanya meniru produk pesaing, tetapi juga memperbaikinya dan memperkuat posisinya di pasaran.
Strategi responsif (responsive strategy). Strategi ini dilakukan dengan mengakomodasi keinginan konsumen.
tahap-tahap pengembangan produk terbagi menjadi delapan tahap yaitu :
Idea Generation (Pemunculan Gagasan). Tahapan ini merupakan pencarian peluang produk baru secara terus menerus dan sistematik. Tahapan ini dilakukan untuk menemukan gagasan-gagasan baru dan segara mengenai penciptaan produk. Metode untuk menciptakangagasan baru meliputi brain storming (sesi kelompok kecil untuk menstimulasi gagasan), melakukan analisa atas produk yang sudahada, ataupun melalui survei konsumen.
Idea Screening (Penyaringan Gagasan). Setelah perusahaan mengidentifikasi gagasan produk yang berpotensi, perusahaan harus menyaringnya. Dalam product screening, kekurangan, ketidakcocokan, atau gagasan yang tidak menarik lainnya harus disingkirkan dari tindakan lebih lanjut. Tujuan penyaringan adalah mengurangi banyaknya gagasan dengan mencari dan menghilangkan gagasan buruk sedini mungkin.
Concept Development and Testing (Pengembangan dan Pengujian Konsep). Menguji konsep adalah menyajikan konsep produk kepada consumer dan mencoba mengukur sikap dan ketertarikan konsumer atas konsep awal pengembangan produk tersebut. Pengujian konsep merupakan cara yang cepat dan tidak mahal untuk mengukur minat konsumer. Pengujian dilakukan dengan meminta konsumer yang potensial untuk berinteraksi terhadap sketsa gambar atau deskripsi tertulis yang menggambarkan produk yang akan dikembangkan.
Marketing Strategy Development (Pengembangan Strategi Pemasaran). Pernyataan strategi pemasaran terdiri dari tiga bagian untuk memperkenalkan produk ke pasar. Bagian pertama menjelaskan ukuran, struktur, dan tingkah laku pasar sasaran, penempatan produk yang telah direncanakan, penjualan, bagian pasar, serta sasaran keuntungan yang hendak dicari pada beberapa tahun pertama. Bagian kedua dari pernyataan strategi pemasaran menguraikan harga produk yang direncanakan, strategi distribusi, dan biaya pemasaran selama tahun pertama. Bagian ketiga menjelaskan penjualan jangka panjang yang direncanakan, serta sasaran keuntungan dan strategi bauran pemasaran selama ini.
Business Analysis (Analisis Bisnis). Analisis Bisnis dan finansial dilakukan untuk menguji kelayakan finasialdan bisnis dari konsep pengembangan produk baru. Disini dilakukan analisa terhadap sejumlah aspek, seperti proyeksi permintaan pasar,perkiraan biaya produksi dan peta persaingan.
Product Development (Pengembangan Produk). Pengembangan produk mengkonversi ide produk baru menjadi bentukfisik dan sekaligus mengidentifikasi pola strategi pemasaran yang akanditerapkan. Fase ini mencakup konstruksi produk, packaging, pemilihan brand, brand positioing, dan usage testing.
Test Marketing (Pengujian Pasar). Fase ini mencakup konstruksi produk, packaging, pemilihan brand,brand positioing, dan usage testing. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi kinerja produk dan efektivitas program pemasaran secara terbatas sebelum a full-scale introduction. Melalui ujipemasaran ini, perusahaan dapat melakukan observasi perilaku pelanggan secara aktual. Perusahaan juga dapat melihat reaksi yang dilakukan pesaing, dan juga respon dari para distribution channelmembers.
Commercialization (Komersialisasi). Setelah pengujian selesai, perusahaan siap untuk mengenalkan produknya ke pasar yang ditargetkan secara full scale. Sejumlah aspek yang perlu dicermati dalam tahap commercialization adalah kecepatan penerimaan konsumen dan para distributor, intensitas distribusi (berapa banyak toko penyalur), kemampuan produksi, serta efektivitas promosi, strategi harga, dan reaksi persaingan.
Terima kasih kalian sudah membaca artikel ini,semoga bermanfaat buat kalian dan penambahan ilmu kalian,
Segmentasi pasar adalah pembagian segmen suatu pasar berdasarkan pembeli. Pada umumnya, demografi, tingkat penghasilan, psikografis, dan kelas sosial menjadi dasar dalam melakukan segmentasi. Dengan melakukan segmentasi pasar, seseorang dapat meraih laba maksimum dan strategi pemasaran akan berjalan dengan lancar
2.Analisa Pasar dan Peramalan Permintaan
Analisa pasar merupakan hal yang cukup penting. Analisa ini akan membuat aktivitas pemasaran semakin tepat sasaran. Selain itu, Anda juga dapat lebih memahami seperti apa situasi, jenis produk, keadaan, dan bentuk promosi yang akan Anda berikan kepada konsumen
3.Analisa Pesaing
Analisa pesaing adalah salah satu hal yang cukup signifikan. Analisa ini menjadi penentu posisi produk kita dalam suatu pasar. Pesaing adalah perusahaan yang memproduksi atau memasarkan barang yang serupa atau tak jauh berbeda dengan produk kita. Kenali pesaing potensial dan pesaing umum Anda. Buatlah strategi pemasaran berdasarkan kekuatan serta kelemahan mereka. Dengan melakukan hal ini, Anda juga bisa melakukan identifikasi terhadap peluang, dan ancaman terhadap bisnis Anda.
4. Promosi
Promosi juga merupakan aspek marketing yang penting. Promosi adalah upaya dari penjual untuk menawarkan suatu produk kepada pembeli agar melakukan pembelian. Dalam melakukan promosi, Anda dapat memberikan informasi secara lengkap mengenai produk, serta menggunakan kata-kata dan aksi persuasif. Anda dapat melakukan iklan, personal selling atau pun cara-cara promosi lain.
5. Harga (Price)
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memberikan harga yang menarik bagi konsumen, yaitu sebagai berikut.
Menentukan harga dasar dan harga jual barang yang berbeda-beda.
Hal yang perlu diperhatikan dalam menetapkan harga, yaitu
1) biaya penjualan dan biaya barang;
2) harga yang dimilki pesaing;
3) elastisitas permintaan barang.
b. Memberikan potongan harga yang ben/ariasi, misalnya :
1) potongan penjualan tunai;
2) potongan penjualan dengan pembelian tunai;
3) sistem diskon/ hadiah;
c. Memberikan keringan waktu pembayaran, dengan 3 cara :
1) pembayaran di muka;
2) pembayaran di belakang;
3) pembayaran kredit/ dicicil.
6. Strategi Pemasaran : Bagi Usaha Baru
Penetrasi pasar adalah stanegi pemasaran untuk meningkatkan jumlah penjualan barang-barang dan jasa- jasa yang sudah ada dengan memperbesar usaha- usaha penjualan dan penjualan.
Staretegi pengembangan pasar mencoba meningkatkan penjnalan dengan memperkenalkan produk barang dan jasa yang ada pada pasar baru.
Strategi pengembangan produk mencoba meningkatkan penjualan dengan memperkenalkan produk dan jasa baru pada pasar yang sudah ada.
Segmentasi pasar merupakan strategi pemasaran yang sangat terkenal bagi usaha yang baru.
a. Teknik Penentuan Harga : Untuk Produk Baru
Dalam menetapkan harga bagi produk baru, wirausaha hendaknya mencoba memuaskan tiga objek, yaitu sebagai berikut.
Hasilkan produk yang dapat diterima oleh konsumen potensial, tidak peduli berapa banyaknya.
2) Pelihara pangsa pasar yang diakibatkan oleh tumbuhnya persaingan.
3) Memperoleh Iaba.
b. Teknik Penentuan Harga : untuk Barang Konsumsi
Tiga pilihan harga untuk menentukan harga terhadap barang-barang yang diproduksi, yaitu
1) harga di atas harga pasar untuk produk yang sama;
Menurut James A.F Stoner, Manajemen diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunaan terhadap sumberdaya organisasi lainnya supaya tujuan organisasi dapat tercapai sesuai dengan yang ditetapkan. Sedangkan bisnis memiliki definisisebagai satu kegiatan yang bertujuan untuk menjual produk-produk dalam bentuk barang maupun jasa.
Dari pengertian manajemen dan pengeritan bisnis di atas dapat simpulkan bahwa manajemen bisnis adalah suatu kegiatan mengatur penjualan produk-produk berupa barang atau jasa yang dapat memberikan keuntungan sebesar-besarnya pada pelaku usaha/bisnis-nya.
Pentingnya manajemen bisnis dalam usaha karena pelaku usaha membutuhkan pengaturan yang efekstif dan efisien untuk menjalankan usahanya. Untuk mengolah yang ada dalam usahany harus menggunakan prinsip manajemen. jika tidak memakai prinsip menajemen maka perjalanan usaha dalam sistem pengelolaannya tersebut tidak bisa berjalan atau beroperasi dengan baik.
Dapat disimpulkan bahwa manajemen bisnis berguna untuk membantu para pelaku bisnis dalam menjalankan bisnisnya sehingga dapat menghindari adanya resiko mendapatkan kerugian dalam bisnis tersebut.
7 Manfaat Organisasi bagi Bisnis Anda
Karena masih banyaknya pelaku bisnis atau orang yang baru memulai bisnis tidak mengetahui manfaat dari organisasi, sehingga mereka biasanya sulit untuk mengembangkan bisnisnya, berikut kami ulas beberapa manfaat organisasi dalam perusahaan atau bisnis:
1. Memudahkan dalam pembuatan perencanaan bisnis
Pihak manajemen dan pemilik bisnis akan lebih mudah dalam membuat perencanaan bisnis ke depan yang membutuhkan aset dan sumber daya, terutama dalam membuat anggaran remunerasi dan kompetensi karyawan yang diperlukan untuk mencapai target baru yang dibuat tersebut. Selanjutnya untuk mempermudah manajemen ingin membuat laporan analisis dan evaluasi terhadap kinerja (performance) perusahaan atau bisnis.
2. Memudahkan dalam mencapai target yang ditentukan
Dengan adanya organisasi dalam bisnis kita, pihak manajemen akan lebih mudah dalam mem-break down pekerjaan dan kegiatan yang akan dilakukan dalam rencana kegiatan, dan kemudian akan dikelompokkan menjadi satu grup fungsi dan jabatan tertentu.
Nantinya, grup pekerjaan tersebut akan dibuat menjadi sebuah struktur organisasi yang dirasakan paling sesuai dengan rencana dan target perusahaan tersebut. Sehingga dengan memberikan tugas masing-masing dalam grup akan memudahkan perusahaan atau bisnis untuk mencapai taget yang ditentukan.
3. Memudahkan dalam menentukan job description karyawan
Dengan adanya organisasi pihak perusahaan akan mudah dalam pembagian job description karyawan. Sehingga pekerjan karyawan tidak tumpang tindih. Dan tentunya akan membuat karyawan maksimal dalam bekerja di bidang tertentu. Hal ini akan mempercepat perusahaan atau bisnis dalam mencapai taget yang telah di tentukan.
4. Mempermudah dalam menganalisis beban kerja karyawan
Manfaat organisasi juga dapat mengetahui setiap fungsi dan jabatan dalam perusahaan sehingga akan mempermudah untuk menganalisis beban kerja dari tiap karyawan. Sehingga apabila beban kerja seorang karyawan dirasakan terlalu banyak maka dapat diberikan tambahan karyawan baru untuk membantu peran dan fungsinya.
Demikian juga sebaliknya apabila beban kerja seorang karyawan belum terlalu banyak maka karyawan tersebut dapat merangkap fungsi atau ditambahkan pekerjaan lain sehingga biaya operasional perusahaan atau bisnis menjadi lebih efisien.
5. Perhitungan gaji karyawan akan semakin mudah
Organisai dalam binis atau perusahaan dapat membantu dalam hal perhitungan remunerasi karyawan sesuai beban kerja dan tanggung jawab yang diembannya pada fungsi dan jabatan yang ada di dalam struktur tersebut, dimana semakin ke atas level fungsi dan jabatannya maka akan memiliki tugas dan tanggung jawab yang lebih besar sehingga remunerasi yang diterima juga akan semakin besar.
Dengan adanya organisasi ini juga akan membuat perhitungan beban gaji karyawan menjadi lebih efesien. Anda juga bisa menggunakan software akuntansi yang memiliki fitur perhitungan payroll yang memudahkan proses pembukuan dan penghitungan gaji karyawan secara bersamaan secara lebih mudah seperti Accurate Online.
6. Timbulnya semangat kerjasama dalam perusahaan
Manfaat lainnya adalah dengan adanya organisasi dalam perusahaan atau binis akan membuat karyawan bekerja sama dengan karyawan lainnya sesuai dengan job decription yang diberikan. Sehingga akan timbul hubungan yang solid dalam sebuah perusahaan. Selain itu juga organisasi dapat memicu kerjasama dengan perusahaan lainnya.
7. Membentuk emotional intelegent
Organisasi dalam perusahaan dapat melatih kepribadian karyawan supaya bisa menjadi lebih baik, namun juga bisa berpengaruh terhadap perkembangan emosi. Sehingga akan membuat emosi setiap karyawan akan terkontrol. Hal ini menghidari terjadinya konflik dalam perusahaan. Dengan emotional intelegent, maka membuat setiap orang dalam perusahaan atau bisnis bisa menghadapi berbagai sifat atau karakter orang lain yang berbeda-beda.
Kesimpulan
Organisasi dalam bisnis adalah sebuah element yang sangat penting dalam rencana pengembangan yang lebih baik. Jika budaya organisasi baik, maka manfaat organisai akan membuat bisnis Anda menjadi lebih optimal. Dengan adanya organisasi dalam bisnis akan membawa implikasi yang luas dan akan membangun hubungan baik antar karyawan
Bisnis dan organisasi tidak dapat dipisahkan. Mereka hanyalah dua aspek dari satu hal. Dampak budaya organisasi selalu akan berbanding lurus pada keberhasilan atau kegagalan bisnis. Oleh karena itu, bisnis dan organisasi digabungkan menjadi organisasi bisnis sebagai subjek strategi dan manajemen strategis.
Pengertian lain dari bisnis menurut Hugnes dan Kapoor, adalah suatu kegiatan usaha individu yang diorganisasi untuk menghasilkan atau menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai atau memasuki dunia usaha (bisnis), yaitu; 1. Merintis Usaha Baru; Merintis usaha baru yaitu membentuk dan mendirikan suatu usaha baru dengan menggunakan modal, ide, organisasi dan manajemen yang dirancang sendiri. Dalam hal ini, ada tiga bentuk usaha yang dapat dirintis, yaitu: a. Perusahaan Milik Sendiri, b. Persekutuan, c. Perusahaan Berbadan Hukum, 2. Membeli Perusahaan Orang Lain (Buying); dan 3. Kerjasama Manajemen (Franchising). Membangun sebuah bisnis (usaha) kita harus betul-betul teliti dan cermat dalam melihat peluang yang ada. Apabila salah melihat peluang, maka alamat yang dituju adalah kehancuran. Alasannya adalah membangun sebuah usaha (bisnis), membeli usaha yang telah ada, ataupun kerjasama manajemen, sama artinya dengan menanam modal (investasi)
Proses memulai bisnis Apapun jenis dan bentuk bisnis yang akan kita jalani, pastinya mempunyai proses. Proses-proses tersebut adalah; 1. Ide, Pengembangan ide dalam melihat peluang usaha dapat bersumber dari pengalaman pribadi, minat, penemuan tidak sengaja dan pencarian ide dengan dasar pertimbangan. Banyak kalangan mencari ide baru dengan melakukan beberapa usaha. 2. Modal, Dalam hal ini, modal yang dimaksud bukan saja modal berupa uang, tetapi juga berupa barang, orang (tenaga kerja/skill), dan juga fasilitas. Modal berupa uang atau sumber dana tersebut dapat diperoleh dari kekayaan sendiri, dari badan-badan keuangan (seperti; bank, pegadaian, koperasi), dan juga dari orang-orang yang bersedia menjadi penyandang dana (investor/penanam modal). 3. Barang dan Jasa, Menentukan barang dan jasa yang akan dijadikan sebagai objek bisnis tentunya harus memiliki pasar (dibutuhkan konsumen dan laku di pasaran). 4. Pasar, Mengamati peluang pasar sebelum menciptakan barang dan jasa (barang dan jasa apa yang sedang banyak diminati oleh konsumen). 5. Profit, Bila peluang pasar sudah tersedia, maka tinggal memproduksi barang dan jasa yang telah ditentukan sebagai objek bisnis, memasarkannya dan segera mendapatkan keuntungan dari penjualan barang dan jasa yang ditawarkan.
Hal-hal yang diperhatikan dalam merintis usaha baru Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merintis usaha baru, adalah; 1. Bidang dan Jenis Usaha Yang Akan Dimasuki, Dengan adanya pengenalan jenis usaha, diharapkan dapat memperoleh gambaran secra sederhana sehingga menjamin proses pencapaian tuuan dan sasaran usaha yang telah direncanakan. Secara umum, bidang dan jenis usahanya adalah; ü Bidang agraris, yaitu kegiatan usaha yang meliputi: pertanian, perikanan, perkebunan. ü Bidang ekstraktif, yaitu kegiatan usaha yang bergerak dalam bidang pengumpulan hasil alam, seperti pertambangan, penggalian bahan baku dalam bumi dan pengambilan hasil alam. ü Bidang industri, yaitu kegiatan usaha yang bergerak dalam bidang pengolahan bahan baku menjadi bahan setengah jadi dan barang jadi, seperti industri makanan, industri kayu dan industri tekstil 2. Bentuk Usaha dan Kepemilikan yang Akan Dipilih,
Perusahaan Perseorangan (PO),
Bentuk usaha ini paling sederhana dan mudah mengorganisasikannya karena pemiliknya hanya satu orang dan langsung dikelola sendiri. Jadi segala resiko, tanggungjawab dan keuntungan ada pada pundak pemilik usaha.
Persekutuan Komanditer (CV),
Usaha persekutuan didirikan minimal dua orang secara bersama membangun sebuah usaha dengan menjadi pemilik bersama dari suatu perusahaan, dengan mengumpulkan sejumlah kekayaan
Perseroan
Perseroan yaitu perusahaan yang anggotanya terdiri atas para pemegang saham, yang mempunyai tanggungjawab terbatas terhadap hutang-hutang perusahaan sebesar modal disetor.
Firma
persekutuan yang menjalankan perusahaan di bawah nama bersama yang didirikan dengan sebuah akta pendirian usaha yang dibuat oleh pejabat yang berwenang yaitu notaries.
KERJASAMA MANAJEMEN (WARALABA) A. Pengertian Seperti membeli bisnis yang sudah mapan, waralaba menawarkan cara yang tidak begitu resiko untuk memulai suatu bisnis dibandingkan dengan memulai perusahaan yang sepenuhnya baru. Kerjasama manajemen (waralaba/franchising), merupakan kerja sama manajemen yang biasanya berkembang dalam perusahaan ritel. B. Hal-hal yang diperhatikan dalam memulai usaha waralaba Dukungan awal meliputi salah satu atau keseluruhan dari aspek-aspek berikut ini: 1. Pemilihan tempat, 2. Rencana bangunan, 3. Pembelian peralatan, 4. Pola arus kerja, 5. Pemilihan karyawan, 6. Periklanan, 7. Grafik perkembangan usaha, 8. Bantuan pada acara pembukuan
Unsur yang harus diperhatikan dalam merintis perusahaan baru, diantaranya, adalah; 1. bidang dan jenis usaha, 2. bentuk usaha dan kepemilikan perusahaan, 3. tempat usaha, 4. organisasi usaha, 5. jaminan usaha, dan 6. lingkungan usaha.
Prinsip yang tidak kalah dahsyat oleh mereka yang sukses adalah, “Anda akan menjadi seperti apa yang Anda pikirkan.” Tentunya setiap orang bebas ingin memikirkan diri mereka seperti apa. Bisa jadi seseorang memikirkan bahwa ‘saya bisa!’ atau ‘saya tidak bisa!’, Dan itu semua adalah benar! Bedanya, pikiran ‘saya bisa!’ itu adalah pikiran yang memberdayakan, sedangkan ‘saya tidak bisa!’ adalah pikiran yang menghancurkan. Maka saya punya prinsip “saya bisa” sehingga bias menjadikan seseorang yang awalnya loser to winner.
Saya mau mencontohkan kisah “Bunker Bean”
Terinspirasi oleh sebuah novel terbitan tahun 1913 yang ditulis oleh Harry Leon Wilson berjudul Bunker Bean yang juga telah diangkat sebanyak tiga kali kelayar lebar, yaitu tahun 1918, 1925 dan tahun 1936, dan memperhatikan “berfikir perubahan”, maka banyak sekali yang dapat diambil sebagai pelajaran untuk menjelaskan faktor-faktor apa saja yang diperlukan untuk melakukan perubahana atau berani memutuskan untuk memulai menjadi seorang entrepreneur.
Bunker Bean (BB) adalah seorang yang sangat tidak percaya diri, karena memiliki fisik tubuh yang kecil dan selalu merasa dirinya sebagai seorang pecundang. Perlakuan ibunya yang selalu menyalahkan dan mengkritik apa saja yang dilakukan oleh BB, itulah yang menjadi faktor utama BB berperilaku demikian.
Kehidupan BB mulai ada perubahan sejak dia bertemu dengan seorang peramal dari grup sirkus yang mampir ke kota kelahiran BB. Di mana peramal itu mengatakan bahwa BB sesungguhnya adalah reinkarnasi dari Napoleon Boneparte. Entah kenapa BB pun terpengaruh dengan ucapan peramal tersebut. Karena penasarannya, berbulan-bulan BB membenamkan dirinya di perpustakaan dan galeri untuk mendalami karakter Napoleon Boneparte. Setelah mengetahui karakter Napoleon Boneparte , BB pun semakin yakin bahwa memang benar dia adalah reinkarnasi dari Napoleon Boneparte. BB mulai menjalani kehidupannya dengan karakter Napoleon Boneparte, sehingga akhirnya dia sukses menjadi pengusaha besar dengan bisnis jutaan dollar.
Namun suatu saat, BB sangat terkejut ketika dia membaca sebuah harian dengan head line news “Peramal Gadungan”. Diberitakan bahwa telah tertangkap seorang peramal gadungan yang telah mengatakan kepada ratusan orang bahwa mereka adalah reinkarnasi dari Napoleon Boneparte.
Hal positif yang dapat diambil
Memiliki Visi Yang Kuat dan Keyakinan Untuk Meraihnya
Jika kita belajar kepada dua tokoh diatas, kita bisa melihat bahwa sebagian dari kunci sukses itu adalah memiliki visi yang kuat dan keyakinan untuk meraihnya. Saat seseorang yang sudah memiliki dua hal ini, maka dia akan bertindak dengan kualitas dan kuantitas yang cukup.
Memang untuk sukses kita harus bertindak, tetapi bukan tindakan sembarangan. Sukses datang dari tindakan yang luar biasa, yang datang dari pikiran yang baik pula.Banyak orang yang mengatakan bahwa pikiran yang baik ini disebut dengan pikiran positif.
Sekarang kita bisa menjawab, apakah sukses bisa dicapai dengan hanya berpikir positif?
Jika seseorang berpikir positif, maka dia pasti melakukan tindakan. Kata “hanya” akan langsung gugur karena tidak mungkin ada istilah “hanya berpikir positif”. Berpikir positif akan selalu menghasilkan tindakan. Berpikir positif dan tindakan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Orang yang bertanya “apakah bisa sukses hanya dengan berpikir positif” adalah yang belum faham apa itu berpikir positif.
Jika ada orang yang mengaku berpikir positif tetapi belum bertindak, dia hanya ngaku-ngaku saja. Sebenarnya dia belum berpikir positif, dia hanya merasa saja. Orang yang memiliki pikiran negatif akan diliputi oleh keraguan, malas, pesimis, dan selalu punya alasan untuk tidak bertindak. Salah satu ciri yang menonjol dari orang yang berpikir negatif adalah mengatakan “tidak mungkin” padahal sebenarnya mungkin.
Dan, yang paling bahaya adalah, orang yang memiliki pikiran negatif kadang merasa sudah memiliki pikiran positif. Dia merasa baik-baik saja, dia merasa tidak perlu memperbaiki diri. Padahal jelas, jika ada perasaan ini pada diri Anda, artinya perlu perbaikan pada pikiran Anda.
Maka dari itu jangan lah jadi orang berfikiran negativ karna akan membawa pengaruh buruk bagi diri sendiri karna dapat menghalangi kunci sukses kita dan kita tidak akan menjadi pemenang.
Rudy Salim merupakan pengusaha asal Jakarta yang sering diliput media karena bisnis showroom mobil mewahnya. Tapi tidak hanya showroom, ia ternyata memiliki berbagai usaha di belasan sektor bisnis lainnya. Penasaran dengan sepak terjangnya di dunia enterpreneur? simak biografi Rudy Salim ini.
Biografi Rudy Salim
Nama Asli : Rudy Salim
Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 24 April 1987
Warga Negara : Indonesia
Pekerjaan : Pengusaha, Produser Film
Pasangan : Tiffany Kosasih (m. 2011)
Rudy Salim merupakan seorang pengusaha muda yang kerap disebut crazy rich asian asal Pluit, Jakarta. Bagaimana tidak? Di tahun 2011, saat usianya masih baru 23 tahun, ia mampu menghasilkan 1,3 miliar rupiah dalam sebulan. Dalam biografi Rudy Salim ini akan dijelaskan secara singkat sepak terjangnya di dunia enterpreneurship.
“Ah, dia mah enak dari keluarga Salim, modal tidak terbatas. Wajar saja bisnisnya sukses,” Jika ini yang terbesit di benakmu saat mendengar namanya, kamu salah besar. Meski namanya mirip, Rudy tidak memiliki hubungan dengan Sudono, Anthony, atau Axton Salim. Jadi, ia tidak tergabung dalam grup konglomerat Salim Group.
Umur 23 punya bisnis beromzet lebih dari Rp 1,3 miliar sebulan. Itulah yang kini dilakoni Rudi Salim. Pria lulusan SMA tersebut menekuni bisnis yang penuh risiko. Yakni, membiayai kredit untuk transaksi online.
RUDI Salim terlihat tengah berkutat dengan laptopnya saat ditemui di balkon lantai tiga kantornya di sebuah ruko kawasan elite di Jakarta Utara pekan lalu. Dia menyatakan lebih senang bekerja di balkon sambil mengamati keadaan sekitar kantornya. “Di sini banyak sumber inspirasi yang berseliweran,” katanya. Tak lama berselang, sekretarisnya datang menyuguhkan minuman.
Semua kendali manajemen perusahaan dan urusan sepele dia lakukan tanpa suara melalui media internet. Termasuk, mengendalikan karyawannya di luar kota. Ada delapan cabang di luar kota dengan 32 karyawan dengan omzet lebih dari Rp 1,3 miliar sebulan.
Usaha penghobi game online tersebut hanya mengandalkan website dan thread atau lapak di http://www.kaskus.us dengan tampilan sederhana berupa tawaran kredit kepada siapa saja yang bertransaksi jual beli via online. “Sangat efektif kan. Tapi, saya membangun semua ini dari nol dengan modal menjual mobil pemberian orang tua,” jelas owner PT Excel Trade Indonesia tersebut.
Pria yang pernah mencicipi bangku kuliah di fakultas kedokteran sebuah perguruan tinggi Jakarta selama dua semester itu menjelaskan, usaha tersebut dimulai dengan kenekatan dirinya membiayai transaksi jual beli di dunia maya (online) tanpa berjumpa dan kenal orang sebelumnya. Saat bisnis tersebut dirintis, orang tuanya sempat menentang keras.
“Terutama ibu saya. Sebab, saya putus sekolah dan menjual mobil serta melego salah satu usaha karaoke milik keluarga. Bahkan, ibu sempat bilang tak mau bertemu saya sebelum saya sukses,” kenang pria kelahiran Jakarta 24 April 1987 tersebut.
Uniknya, kata Rudi, inspirasi bisnisnya tersebut justru bukan dari dunia online. Tapi, dari perbincangan dirinya dengan temannya yang bekerja di salah satu toko elektronik besar berjaringan nasional yang menyediakan pembiayaan untuk pembelian barang elektronik dari customer. Dari perbincangan tersebut, dia melihat potensi yang masih sangat besar dari bisnis pembiayaan pembelian barang kredit, terutama di dunia online.
Tapi, bisnis Rudi tak langsung mulus dan lancar. Karena minimnya pengalaman, dia berkali-kali ditipu orang. “Awalnya, survei saya hanya melalui telepon berdasar aplikasi dan data yang dikirimkan melalui e-mail kepada calon debitor ke kantor dan rumah calon debitor,” terang anak ketiga di antara tiga bersaudara itu.
Benar saja, permintaan pembiayaan kredit barang naik diikuti naiknya permintaan kredit bodong alias penipuan. Pada awal usahanya didirikan, sudah ada 60 aplikasi yang masuk dari nasabah di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Tapi, di antara aplikasi-aplikasi yang diajukan untuk dibiayai transaksinya kepada perusahaan Rudi, tak sedikit yang bermasalah. “Karena itu, saya selalu cek aplikasi kredit itu sendiri,” ujarnya.
Awalnya, kenekatannya dalam berbisnis penuh risiko tersebut dimanfaatkan orang-orang tidak bertanggung jawab. Beberapa orang sengaja membuat identitas palsu untuk mengibuli Rudi. Bahkan dia sempat ditipu sindikat pemalsu kartu kredit dan menderita kerugian hingga Rp 15 juta.
Kala itu, ada seorang ibu yang mengajukan aplikasi online untuk membeli laptop dengan kredit senilai Rp 10 juta. Semua data cocok, termasuk saat pengecekan dengan menelepon kantor tempat debitor tersebut bekerja di salah satu BUMN. “Dia sempat membayar empat kali cicilan dan selalu tepat waktu,” cerita dia.
Rudi pun percaya kepada “nasabah”-nya tersebut. Karena itu, ketika si ibu kembali mengambil kredit untuk barang yang sama, dia tidak berkeberatan untuk membiayai. “Tak saya sangka, ternyata sejak itu dia menghilang. Kredit laptop keduanya tak dibayar, juga cicilan laptop pertama. Saya kena tipu mentah-mentah,” ujarnya.
Saat Rudi mendatangi kantor si “nasabah”, orang yang namanya sama dengan nama si ibu tersebut ternyata tidak tahu apa-apa soal kredit laptop itu. “Tampaknya, orang yang saya temui itu namanya dicatut si penipu,” imbuhnya.
Dari berbagai pengalaman menjengkelkan tersebut, Rudi kemudian banyak memperbaiki sistem pengucuran kredit perusahaannya. Dia lalu merekrut beberapa orang yang bertugas menyurvei langsung di lapangan. “Kini sebelum bisa menyetujui kredit nasabah, kami menyurvei secara ketat. Setelah barang ada, orang tersebut menandatangani perjanjian dan difoto bersama barangnya,” jelasnya.
Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika ingin, Anda dapat menggunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengenai alasan Anda memulai blog ini dan rencana Anda dengan blog ini. Jika Anda membutuhkan bantuan, bertanyalah kepada orang-orang yang ramah di forum dukungan.